gallery

Jumat, 17 Desember 2010

IAIN Walisongo Kembangkan Perpustakaan Digital

Senin, 5 April 2010 - 17:54 wib
Rani Hardjanti - Okezone
SEMARANG - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Walisongo melakukan terobosan dengan dengan melakukan otomasi dan digitalisasi perpustakaan.

Sebab perpustakaan menjadi jantung perguruan tinggi, yang menjadi sumber belajar bagi mahasiswa. Digitalisasi perpustakaan akan membantu percepatan informasi dan kemudahan akses buku rujukan.

Demikian disampaikan oleh Rektor IAIN Walisongo, Prof Dr Abdul Jamil MA dalam Grand Launching Otomasi Perpustakaan Fakultas Tarbiyah di Kampus 2 IAIN Walisongo, dalam keterangan tertulisnya, kepada okezone, Senin (5/4/2010).


“Kalau kampus sudah serba online, semua urusan akademis akan mudah terselesaikan,” tegasnya. Suasana ini sudah lama terjadi di beberapa negara maju, dimana layanan perpustakaan digital sudah lumrah dijalankan. “Kita bukan tertinggal, namun ingin lebih memajukan kampus dengan perluasan katalogisasi yang bersifat serba cepat,” tambahnya.

Diharapkan semua mahasiswa terlibat aktif dalam pemanfaatan fasilitas yang ada. Sebab dunia Islam akan bertambah maju, jika para mahasiswa Islam mulai melek terhadap perkembangan teknologi.

Saat ini lanjutnya, untuk mencari kitab-kitab kuning (salaf), sudah tidak perlu lagi datang ke toko buku, namun cukup membuka program Maktabah Syamilah, semua kitab-kitab salaf sudah tersedia.

Kemajuan zaman ini perlu ditunjang dengan semangat berfikir maju dan moral yang kuat. Sebab kemajuan yang ada sudah barang tentu akan memberikan system yang serba instan. Namun demikian, dampak negatif yang ada juga perlu diantisipasi. “Para akademisi jangan terlalu berburuk sangka terhadap kemajuan terlebih dahulu,” tegasnya.

Kemajuan digitalisasi perpustakaan sudah pasti mempunyai manfaat yang sangat besar.

Senada dengan itu, Dekan Fakultas Tarbiyah Prof Dr Ibnu Hadjar M.Ed juga menegaskan pentingnya umat Islam berani menghadapi perkembangan Information Communication and Technology (ICT). “Jangan sampai Islam tertinggal dengan kemajuan ICT, karena ketertinggalan itu akan menjadikan citra Islam turun,” kata Ibnu.

Sebab Nabi Muhammad sudah banyak memberikan nasehat agar umat Islam bangkit dari kebodohan. Ini artinya Islam tidak boleh stagnan. Oleh sebab itulah, Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang mengembangakan Otomasi Perpustakaan. “Dengan layanan baru ini, mahasiswa akan mudah untuk mencari koleksi-koleksi buku yang ada,” ungkapnya.

Dalam rangka meningkatkan pelayanan Perpustakaan Fakultas Tarbiyah, maka dilakukan langkah-langkah sebagai Seven Days Service, dimana Perpustakaan dibuka satu Minggu penuh dengan dilayani oleh lima pegawai dan 15 mahasiswa beasiswa kerja (lewat DIPA). Hingga 2010, koleksi Perpus Tarbiyah juga bertambah menjadi 5.173 judul, 11.612 eksemplar buku dan 1.635 eksemplar skripsi. “Perpustakaan juga sudah dilengkapi dengan hotspot yang bebas diakses pada jam kuliah,” imbuhnya.

Habiburrahman El Sirazy juga berkesempatan melakukan bedah novel karnya yang berjudul Bumi Cinta bersama panelis Fatah Syukur. Kang Abik mampu menggugah semangat mahasiswa untuk semakin cinta baca, termasuk cinta perpustakaan dan akhirnya mampu berkarya. “Jadikanlah perpustakaan sebagai tempat rekreasi yang berasa surga,” kata Novelis Ayat-Ayat Cinta ini.(rhs)
http://news.okezone.com/read/2010/04/05/65/319463/65/iain-walisongo-kembangkan-perpustakaan-digital

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar